Impian yang Tertulis

Kutipan


Seperti anak panah yang berusaha kita tancapkan pada sasarannya, kadang tepat tapi kadang juga meleset. Begitu juga kiranya perihal impian-impian yang ada di benak kita pada tahun-tahun yang lewat.

Kini kita di sini, di 2019. Tentu saja sayang jika kita melewatkannya begitu saja tanpa impian tertulis. Benar, impian yang tertulis.
Throw back, aku suka melakukan ini sebelum menikah. Banyak sekali manfaatnya, salah satunya menjadi pengingat dan penyemangat diri bahwa setiap menit itu berharga. Ada yang kutulis di buku harianku, ada juga di lembaran HVS lalu kutempel di kamarku. Maka setiap kali membacanya, doa-doa dan semangat pun selalu hadir tanpa jemu.

Bukan berarti setelah menikah aku tidak punya impian. Aku hanya tidak menuliskannya, membiarkannya berkelana di pikiranku. Awal tahun ini kulakukan kembali. Sesederhana apapun impian itu.

Tentu saja tidak sama dengan sebelum menikah. Sebutan istri dan ibu yang kini kusandang, membuat impian-impian yang harus kucapai semakin lengkap dan semoga memacu semangatku.

Yes, di balik semua impian yang kita rencanakan ada Allah yang menentukan. Ini kalimat sakti yang selalu kujadikan obat hati jika ada yang tak tercapai dalam hidupku. Allah selalu paling tahu mana yang terbaik untuk kita dan mana yang tidak.
Punya impian apa di tahun ini, Kawan? Jangan lupa tuliskan, ya! Selamat berjuang untuk setiap impian itu! ❣️ ——————–
– Fitri AB-

#resolusi2019 #impiantertulis #10of365days #bloggermedan
#blogfitriab

Menjaga Debar

Kutipan


Perjalanan masih amat panjang. Kau atau aku pun tak tau skenario ceritanya. Tapi ada yang ritmenya harus kita jaga agar selalu baik-baik saja atau semakin baik. Kita sebut ia debar. Debar yang hadir tiap kali kita berjauhan karena rindu. Debar yang datang karena kita saling menatap atau aku yang menatapmu diam-diam. Begitu pun saat kau yang menatapku diam-diam.
Debar yang hadir saat kita saling memikirkan.
#menjagadebar #bloggermedan #blogfitriab #blogger #masyaAllahtabarakallah