Blogger Medan dan Perjalanan Nge-blog-ku


Oleh: Fitri AB

Blogger Medan (BlogM) menjadi salah satu komunitas pilihanku untuk menjaga mood dan semangat menulisku (di blog). Sebelum tahu ada komunitas ini dan bergabung di dalamnya, sebenarnya aku sudah senang pasang kalimat “Blogger Medan” di profil instagramku dan kupakai sebagai tagar postinganku di sana. Alasannya sederhana, aku nulis di blog (Blogger) dan tinggal di Medan.

 

Seiring waktu, aku tahu ada IG BlogM. Aku excited dengan foto-foto kegiatannya. Semakin excited karena ternyata banyak yang kukenal di sana. Iyik, Kak Fuji, Jannah, Nurul, Bibah, Ririn dan suami (Yoga), Bang Wahyu, Bang Rudi, dan kak Mollyta adalah sederet nama yang sudah kukenal dan tahu sebelumnya. Mereka blogger dengan nichenya masing-masing. Niche blogku? Bismillah, melihat dan mempertimbangkan apa yang selama ini sering kutulis dan profesi yang kugeluti saat ini, yes, I am teaching, self-worth and lifestyle blogger. 💖

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Gayung pun bersambut. Tidak lama BlogM open recruitment. Aku coba untuk daftar dan mengikuti semua prosedur dan persyaratannya. Yes, aku diterima dengan status anggota magang tapi sdh diperkenankan gabung ke WAG-nya. You know, di sana banyak blogger senior yang sepak terjangnya di dunia perbloggeran tak diragukan lagi. Saya dan anggota magang lainnya sepertinya penuh syukur sebab diperkenankan gabung di sana tanpa dianggap sebagai junior. Apapun yang dibagi dan dibicarakan di sana, terutama ilmu perbloggeran dan info event bermanfaat, semua anggota yang ada di WAG boleh memanfaatkannya. Tidak ada pembagian kelas maupun kasta-kasta.

 

Perjalanan Nge-blog-ku
Ngeblog sudah sejak S1. Kalau dihitung-hitung mungkin ada 9 tahun-an. Iseng googling tentang apa itu blog dan cara membuatnya. Bermodalkan googling, blogku pun jadi.

 

Blogku sekarang blog yang kedua. Blog pertama, entah apa sebabnya hilang begitu saja padahal sudah banyak tulisanku di sana. Blog kedua ini sudah 7 tahun usianya, mudah-mudahan awet terus.

 

Melihat status dan kesibukan yang tak lagi sama seperti dulu, sementara semangat menulis perlu senantiasa dijaga, tetap menulis di blog dan bergabung di komunitas BlogM menjadi pilihan yang tepat menurutku.

IMG-20190319-WA0004

Selain silaturahim yang terjalin di WAG, ada juga Durian sebagai program rutin (pertemuan offline) setiap 1 bulan sekali. Untuk ibu dgn 2 anak seperti aku, Alhmdulillah ini tidak terlalu berat walau masih harus mempertimbangkan satu dan lain hal setiap akan kemana-mana.

 

Syukurnya selama mengikuti Durian dengan status anggota magang, lokasi acaranya tidak begitu jauh dari rumah. Inisiatif membawa si baby Duo Harahap pun terlaksana dengan izin suami dan bantuan adik perempuanku.

 

Di tengah derasnya arus perbloggeran dan perannya yang penting dalam berbagai bidang, bersyukur bisa gabung di blogM ini. Selain silaturrahim yang terjalin dan terjaga (kembali), ada banyak “bonus” yang bisa kudapatkan, seperti ilmu yang bermanfaat dan kesempatan untuk hadir di luar event wajib blogM. Paling utama tentunya, (semoga) semakin rajin menulis di blog.

 

💞Sambil mencuri-curi waktu, 1 Agustus 2019. Menulis selalu melegakan jiwa. Selalu.

5 Alasan Kenapa Berobat Ke Malaysia Harus Lewat Malaysia Healthcare Travel Council


Oleh: Fitri AB

Kesehatan itu mahal. Mungkin itu sebabnya ada istilah mencegah lebih baik daripada mengobati. Selain mahal, urusannya juga kadang terasa ribet dan memerlukan banyak pertimbangan yang tidak jelas. Ke luar negeri pun bukan masalah walau membutuhkan biaya yang tak sedikit hanya demi kesehatan.

Warga Medan sendiri tercatat menjadi pasien terbanyak yang berobat ke luar negeri, terutama Malaysia dengan berbagai macam masalah kesehatan. Tidak cukup sekali bahkan berkali-kali atau hanya sekedar medical check up. Saya sendiri kadang merasa untuk urusan kesehatan ini mahal dan rumit, apalagi harus ke Malaysia. Tentu akan semakin terasa mahal dan rumit jika kita tidak punya pengalaman dan tempat bertanya/ konsultasi. Banyaknya rumah sakit yang menawarkan pelayanan terbaik di Malaysia tentu membuat kita semakin bingung memilih yang tepat.

 

Alhamdulillah, sejak tahu tentang Malaysia Healthcare Travel Council (MHTC) lewat seminar kesehatan yang mereka adakan di Hotel Diandra Santika, 20 Juli 2019 lalu,  segala kebuntuan dan kerumitan yang ada di pikiran dan benak saya tentang berobat ke Malaysia terselesaikan. Rasanya pengin bilang ke semua orang tentang kenapa berobat ke Malaysia harus lewat MHTC. Ya sudah, akhirnya saya pilih untuk menuliskannya di sini saja. =D

 

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

 

Ini dia 5 alasan kenapa berobat ke Malaysia harus lewat Malaysia Healthcare Travel Council, check it out!

  1. Terpercaya. MHTC merupakan badan pemerintah yang sudah berdiri sejak tahun 2009. Badan pemerintah yang telah dipercayakan dan fokus dalam hal mengelola dan menangani pariwisata kesehatan di Malaysia. MHTC juga sudah banyak menerima penghargaan hingga tingkat dunia, seperti penghargaan sebagai Rumah Sakit Terbaik di Dunia untuk Wisatawan Medis berdasarkan Medical Travel Quality Alliance, tahun 2013, 2014, 2017, dan 2018.
  2. 73 dari 200 rumah sakit swasta yang ada di Malaysia merupakan anggota MHTC. Tentu dengan layanan kesehatan yang terjangkau dan kualitas yang mendunia. Adapun penetapan harga biaya perawatan tertinggi dilakukan oleh Kementerian Kesehatan. IMG_20190729_105848.jpg
  3. MHTC berusaha mengembangkan dan memfasilitasi industri pariwisata kesehatan Malaysia di bawah brand Malaysia Healthcare sehingga Malaysia menjadi tujuan utama pariwisata kesehatan di dunia.
  4. Kemudahan akses dan komunikasi. Jadi dengan layanan kesehatan yang diberikan MHTC, pasien mendapatkan kemudahan akses, seperti waktu tunggu yang singkat, ketersediaan berbagai macam perawatan, dan akses langsung ke dokter spesialis. Ruang ibadah dan makanan atau restoran halal juga banyak sekali di Malaysia. Ada alternatif medis halal juga. Dalam hal komunikasi, MHTC menyediakan penerjemah dan juru bahasa. Bahasa yang banyak digunakan adalah Bahasa Inggris, Hindi, Mandarin, Melayu dan masih banyak lagi. Jadi, kita tidak perlu khawatir masalah bahasa ya selama di sana.
  5. Lewat tim MHTC yang ramah, profesional dan bepengalaman, kita akan mendapatkan informasi yang sesuai dengan kebutuhan kita, seperti tentang profil rumah sakit dan pusat perawatan, akomodasi, jenis perawatan yang tersedia, dan kebutuhan pariwisata kesehatan yang lain. Perjalanan awal hingga akhir pasien, mulai dari pengajuan pertanyaan dari Negara asal, sampai kedatangan dan pasca-perawatan setelah kembali ke rumah benar-benar dipantau. Waaah, keren ini!

 

So, bagi Anda yang ingin melakukan pengobatan ke Malaysia, lewat Malaysia Healthcare Travel  Council saja. MHTC akan mengarahkan dan membantu kita memilih rumah sakit dan perawatan yang tepat sesuai penyakit/ keluhan kita. Mulai dari penyakit yang tergolong ringan/ biasa hingga yang berat/ serius, seperti kanker dan program bayi tabung. Anda bisa cek segala informasi lengkap berikut kontak MHTC di https://www.mhtc.org.my/ .

IMG-20190720-WA0009