Karena Keluarga adalah Tim


Teori pernikahan, keluarga, dan parenting sungguh banyak di muka bumi ini, tapi saat kita ada di dalamnya (mengalami langsung) tidak jarang kita (merasa) terbentur sendiri. Konon lagi harus menyatukan 2 pemikiran yang juga seringkali berbeda antara suami dan istri.

“Kecemburuan” juga muncul tatkala melihat dan mengamati pasangan/ keluarga lain yang aman, tentram, damai dan bahagia. Namun, harus cepat-cepat istighfar kalau sudah di tahap ini. Lagipula, yang terlihat dari luar belum tentu begitu adanya. Setiap keluarga punya ceritanya sendiri, kadang lurus, kadang penuh lika-liku. Bersyukur saja untuk setiap jalan cerita yang ada di dalam rumah kita. Ingatkan diri terus menerus bahwa kita selalu dan masih punya kesempatan untuk memperbaiki segala yang perlu diperbaiki.

Karena keluarga adalah sebuah tim, tiap-tiap orang di dalamnya punya peran dan harus andil dalam mewujudkan setiap kebaikan sekecil apapun itu. Demi kebaikan bersama.

Bukan mudah. Lelah, yes. Butuh kesabaran, of course. Dalam momen tertentu harus ada yang mengalah, harus saling memahami, harus jadi yang memeluk, dan harus-harus yang lain, begitu yang tertulis di banyak buku dan kata mereka yang lebih dulu menyelami dunia rumah tangga.

Izinkan saya ber-semoga lagi. Semoga keluarga saya dan yang membaca tulisan ini dijaga Allah selalu dan dijauhkan dari api neraka. Aamiin. ❣️

-Fitri AB-

#12of365days #catatanfitriab #blogfitriab
#bloggermedan
#masyaallahtabarakallah

Happy 30th to Me

Kutipan


Waktu, ia yang bergerak tanpa henti. Ada yang terlena dengan gerakannya, ada yang senantiasa mawas diri. Lalu, kita yang mana?

Day after day, ternyata saya sudah sampai di angka 30 tahun saat 26 Desember tahun lalu. Semakin ke sini, semakin bertanya-tanya soal eksistensi diri ini. Sudah melakukan kebaikan apa saja selama ini? Sudah berapa banyak kesempatan baik untuk berbuat baik yang terabaikan? Bagaimana akan melewati masa-masa yang akan datang?
Sebenarnya beberapa pertanyaan tentang hidup bisa kita dapat dari orang-orang di sekitar kita, terutama mereka yang banyak menghabiskan waktu bersama kita. Orang tua, adik, kakak, suami, dan juga anak kita termasuk diantaranya. Mereka menjadi semacam cermin paling jujur. Bagaimana mereka hari ini (pada kita) tidak lepas dari cara kita bersikap dan menyikapi mereka.
Yup, setiap kita berpotensi menularkan virus kebaikan dan keburukan. Jika selama ini yang kita tularkan dan contohkan yang baik-baik, maka cermin di sekitar kita pun akan ikut baik. Begitu juga sebaliknya.

Masya Allah, tabarakallah, di usia 30 tahun sudah Allah karuniakan 2 buah hati yang turut menjadi cermin paling jujur bagi saya. Menularkan dan mencontohkan kebaikan pada mereka ternyata penuh tantangan. Butuh kesabaran, konsistensi, dan tekad. Tak cukup berupa ucapan, tetapi harus berupa perbuatan, dalam hal yang sederhana sekali pun. Apalagi anak-anak adalah peniru paling ulung. Benar, saat mengajarkan mereka sesuatu yang baik, saya pun sedang mengajari diri sendiri.

Sejatinya, usia ini berkurang bukan bertambah. Semoga yang semakin bertambah adalah rasa takut melakukan yang mungkar, kedekatan padaNya, semangat berbenah diri, keberkahan hidup, kesehatan dan juga rezeki.
#11of365days #catatanfitriab #blogfitriab
#bloggermedan #barakallahufiiumrik
#masyaallahtabarakallah #261288 #261218 #happy30thbirthday