Yorick dan 1000 Pelajaran Tentang Hidup


Oleh: Fitri Amaliyah Batubara

IMG_20190429_165752

Tidak banyak novel yang mengangkat tema tentang Nenek dengan segala perjuangannya. Saga No Gabai Bachan – Nenek Hebat dari Saga karya Yoshici Shimada yang diterjemahkan dari Bahasa Jepang ke Bahasa Indonesia dan Nenek yang ditulis oleh penulis asal Melaka, Razali Endun adalah 2 novel yang mencoba mengangkat tema tentang Nenek. Novel Yorick karya Kirana Kejora ini juga novel tentang Nenek yang tak kalah menginspirasi para pembacanya. Di Indonesia, novel yang mengangkat tema grandparenthood seperti ini masih sangat langka. Anda yang masih punya atau hidup bersama Nenek wajib punya dan baca buku ini!

 

Kirana Kejora yang sepak terjangnya tidak diragukan lagi dalam dunia pernovelan dan perfilm-an berhasil menjadikan kisah Yorick diangkat ke layar lebar. Sebelumnya, novel Air Mata Terakhir Bunda karya penulis kelahiran Ngawi ini juga telah diangkat ke layar lebar. Sebagaimana karya Kirana Kejora lainnya, Yorick pun sayang jika kita lewatkan.

IMG_20190410_201252

Mbak Kirana Kejora dalam sebuah acara di Medan

Yorick merupakan novel yang ditulis berdasarkan kisah nyata dengan menjadikan nama Yorick sebagai tokoh utama dalam novel ini. Yorick hidup bersama Nek Encum di Desa Panjalu, Ciamis, Jawa Barat sejak usianya masih 1 tahun karena ditinggal oleh kedua orangtuanya. Nek Encum satu-satunya orang yang mau dan ikhlas mengasuh dan menyayangi cucu kandungnya itu. Kehidupan yang pas-pasan bahkan serba kekurangan tak membuat Nek Encum putus asa dalam menjaga dan mendidik Yorick sepenuh hati.

 

Yorick kecil tumbuh dan hidup lewat didikan hebat Nek Encum. Pelajaran tentang hidup Nek Encum berikan kepada Yorick lewat banyak nasihat dan perbuatannya sendiri. Nek Encum satu-satunya teladan bagi Yorick. Ayah, Ibu dan saudaranya yang lain, jangankan nasihat mereka, wajahnya saja ia tak tahu seperti apa. Hingga akhirnya, nasihat-nasihat neneklah yang membuat Yorick dewasa bisa menjadi orang hebat pada masanya. Tak boleh patah, jangan pernah menyerah, dan harus terus melangkah, begitulah Yorick menjalani hari-harinya dalam pengasuhan Nenek hingga ia dewasa. Hingga pada keluarga yang tak menganggapnya ada dan memperlakukannya dengan “kejam”, ia tak menyimpan dendam sama sekali. Bagi Yorick, walau hanya memiliki “kesempatan” untuk hidup 11 tahun bersama Nenek, nasehat Nek Encum adalah 1000 pelajaran tentang hidup yang amat penting baginya. Inilah yang menjadi beban dan sebuah penyesalan bagi Yorick di penghujung usia neneknya. Tak bisa bertemu, tak sempat dan tak bisa membalas segala kebaikan belahan jiwanya, bahkan sekedar mengucapkan terimakasih pun tak sempat.

 

Keunggulan Novel Yorick

Ada banyak sekali keunggulan buku ini menurut saya. Saking banyaknya saya rangkum dalam beberapa poin penting saja, yaitu:

1. Judul yang unik dan alur cerita yang memikat

Kirana Kejora sebagai penulis berhasil membuat pembaca penasaran dengan judul novel ini. Yorick sekilas agak asing terdengar namun pada akhirnya cerita didalamnya membuat ia akrab dan lekat di benak pembacanya. Cover buku yang eye catching turut melengkapi kesempurnaan judulnya. Covernya yang berwarna gradasi hitam coklat ini dilengkapi dengan gambar seorang Nenek yang sedang merangkul dan memeluk cucu kesayangan dengan raut wajah yang menunjukan hidup penuh kegetiran dan kesyukuran.

Alur cerita yang memikat pun menjadi keunggulan buku ini. Pembaca akan dibuat terkejut-kejut lewat alur cerita yang maju mundur maju mundur cantik (eh…) dan tak terduga sebelumnya. Walaupun terkejut-kejut, pembaca tetap bisa enjoy membacanya bahkan mengundang rasa penasaran hingga bab paling akhir. Novel ini terdiri dari 61 Bab dengan isi setebal 336 halaman. 3 bab pertama novel ini menyajikan kisah tentang Yorick dewasa saat di Rusia dan Anda harus bersiap-siap penuh haru begitu masuk ke bab 4-nya. Bab 4 menjadi awal cerita Yorick kecil dengan segala perjuangannya. Nanti, di bab yang lain, Anda akan dibawa kembali pada cerita Yorick dewasa. Entah Anda, tapi serius, saya suka novel dengan alur cerita seperti ini. Pikiran dan perasaan saya seperti diaduk-aduk jadinya.

2. Based on true story

Based on true story alias asli dari kisah nyata. Yup, novel ini ditulis atas permintaan si tokoh utama yang namanya disamarkan menjadi Yorick. Barangkali inilah yang membuat novel ini benar-benar terasa real, dekat dengan kita, dan beberapa episodenya barangkali seperti yang kita alami sendiri. Narasumber utama yang utuh ditambah informasi dari sosok-sosok yang menjadi saksi perjuangan Yorick kecil menjadi anak jalanan hingga sukses menjadi seorang Programmer kelas dunia membuat Novel ini semakin “wah” di benak pembaca.

3. Kekuatan karakter tokoh, terutama Yorick dan Nek Encum

Novel yang tokoh-tokohnya memiliki karakter yang kuat akan selalu lekat di benak pembaca. Penulis novel ini melakukannya dengan purna. Bagaimana Yorick kecil saat berkomunikasi dengan Nek Encum, berada di tengah-tengah teman sebayanya yang tak pernah menerimanya, saat ketakutan dengan hal-hal kecil seperti kecoa, melewati kuburan setiap pulang mengaji, dan juga dalam menginginkan sesuatu hal.

Begitupun dengan karakter Nek Encum dalam kesehariannya. Kesabaran, kegigihan, kesederhanaan, dan ibadah-ibadah yang Nek Encum lakukan membuat karakter Nek Encum juga kuat dan lekat di benak. Hingga akhirnya, karakter Nek Encum melekat pada diri Yorick dewasa.

4. Kearifan Lokal

Sebelumnya, dibanding Rusia yang juga menjadi  latar tempat novel ini, saya tidak begitu familiar dengan Desa Panjalu. Novel ini akhirnya mengenalkan saya tentang Desa Panjalu itu. Saya yakin, novel ini pun turut membuat Desa Panjalu menjadi dikenal oleh banyak orang, apalagi di baliknya ada kisah nyata yang menginspirasi. Kearifan lokal tidak melulu hal yang berat-berat. Hal-hal sederhana tentang kearifan lokal disampaikan dengan menarik dan mengundang rasa penasaran pembaca di novel ini. Misalnya tentang keindahan Desa Panjalu dan tradisinya, makanan khas (jawadah takir, yaitu gula aren dengan parutan kelapa. Hal: 58), bahasa daerahnya (percakapan-percakapan Nek Encum dengan Yorick, seperti di halaman 59, 66, dan halaman lainnya), dan lain sebagainya.

5. Penggunaan atau pemilihan kalimat dengan pesan yang kuat

Pemilihan kata dan kalimat dalam novel ini khas Kirana Kejora. Terkesan puitis namun mudah untuk dimengerti. Ini yang membuat novel ini enak dibaca karena meskipun terkesan puitis, maknanya tetap sampai. Kalimat-kalimatnya penuh pesan yang kuat dan semakin lengkap dengan pesan-pesan Nek Encum dalam setiap percakapannya dengan Yorick. Salah satunya adalah kutipan pesan Nek Encum ini:“Hirup the kudu dimimitian ku du’a jeung ditutup ku rasa sukur.” (Kutipan percakapan Nek Encum dengan Yorick. Hal: 24) Pesan Nek Encum kepada  Yorick tersebut merupakan peribahasa Sunda yang berarti hidup harus diawali dengan doa dan ditutup dengan rasa syukur.

 

Kekurangan Novel Yorick

Setiap buku selalu ada kelebihan dan kekurangan di dalamnya, novel Yorick pun begitu. Di novel ini, typo masih ditemukan di beberapa kata. Namun, kekurangan ini ditutupi oleh banyaknya keunggulan buku yang telah saya temukan.

 

Ada lagi sebenarnya kurangnya. Yes, ceritanya kurang panjang. 😀 Ada banyak sekali

IMG-20190412-WA0022

Bersama Mbak Kirana Kejora di Hotel Aryaduta, Medan

pertanyaan yang muncul di benak saya selama dan setelah membaca novel ini. Sekiranya ditambahkan lagi halamannya, agak terjawablah rasa penasaran ini. Misalnya tentang alasan sebenarnya Yorick ditinggal orangtuanya, tentang nasib Marley Gogo peliharaan Yorick (saya berpikir, mungkin kalau Nek Encum masih hidup, beliau tidak akan mengizinkan Yorick memeliharanya), tentang trio Y dewasa dan ekspresi mereka setelah melihat Yorick pulang kampung dan sukses, dan tentang yang lainnya.

Banyak yang mau saya tuliskan tentang novel ini, tapi saya khawatir nanti malah lebih panjang dari novelnya. Saya khawatir, nanti saya diprotes mbak Kirana. 😀 Saya tutup tulisan sederhana saya tentang novel Yorick ini dengan 1 kalimat ini: “Yorick, terimakasih sudah mengingatkan saya bagaimana seharusnya menjalani hidup dan cara balas dendam paling elegan.”


29 April 2019, Bersama doa dan semangat suami dan duo baby F

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s