10 Years Challenge


Apa yang sedang musim di dunia per-sosmed-an belakang ini? Tagar #10yearschallenge dengan lampiran foto-foto dan cerita di baliknya. Kamu sudah ikutan keseruan ini?

10 tahun yang lalu menjadi masa-masa penuh perjuangan bagi saya yang saat itu masih menyandang mahasiswi semester akhir. Termasuk soal uang kuliah yang baru bisa terbayar kalau beasiswa dari kampus sudah cair. Alhamdulillah, saat itu tertolong sekali dengan adanya beasiswa untuk mahasiswa dgn IP 3,5 ke atas. 😆😆😆 Tapi di balik setiap perjuangan yang mendewasakan itu tentu ada banyak sekali hal manis yang terjadi yang hari ini masih terkenang. ❣️

Mana foto momennya? Sudah cari di sana sini belum ketemu (yang pas). Jika pun ada, pasti akan tergambar jelas kalau orang yang sedang ada di foto adalah mahasiswi S1 yang sedang sibuk dengan kegiatan KKN dan berusaha menyelesaikan skripsi tepat waktu sendiri karena tergabung dalam gerakan jomblo (fi Sabilillah) walau keinginan nikah muda sudah ada sejak tamat Aliyah. 😁😁😁

 

10 tahun kemudian. Hari ini. Alhamdulillah, skripsi dan tesis sudah lama terlewati. Saat ini, pengin bisa bercengkrama dengan dunia S3 segera bareng suami, tentu. Aamiin. Formasi juga sudah lengkap. Ada suami dan 2 anak. Jangan tanya rencana tambah formasi ya. 🤗 Seberapa bahagianya saya? Bisa cek foto ini yang sedang gendong Abang Fatih saat umurnya 6 bulan. 😁😁😁😁

 

Keseruan #10yearschallenge ini kita jadikan refleksi saja. Kira-kira, kalau ada yang bertanya, bagaimana kondisi iman kita 10 tahun ini dan sudah melakukan (perubahan baik) apa saja, kita akan jawab apa. Mengingat-ingat pun dimulai. 🤔🤗

 

Ramenya tagar #10yearchallenge ini juga beriringan dengan ramenya artis atau tokoh publik yang sudah “hijrah” dan “mengidolakan” para ulama (menurut saya). Jadikan ini bahan refleksi, yuk. Mereka saja sudah “hijrah”, kita kapan?❣️

 

-FitriAB-

(Ditulis saat dua anak shaleh sedang bobok. Ditulis untuk pengingat bagi diri sendiri 🤗)

📷 : @akhirharahap14
#catatanfitriab #bloggermedan
#blogfitriab #16of365
#hijrahfest2019
#catatanrefleksi

Karena Keluarga adalah Tim


Teori pernikahan, keluarga, dan parenting sungguh banyak di muka bumi ini, tapi saat kita ada di dalamnya (mengalami langsung) tidak jarang kita (merasa) terbentur sendiri. Konon lagi harus menyatukan 2 pemikiran yang juga seringkali berbeda antara suami dan istri.

“Kecemburuan” juga muncul tatkala melihat dan mengamati pasangan/ keluarga lain yang aman, tentram, damai dan bahagia. Namun, harus cepat-cepat istighfar kalau sudah di tahap ini. Lagipula, yang terlihat dari luar belum tentu begitu adanya. Setiap keluarga punya ceritanya sendiri, kadang lurus, kadang penuh lika-liku. Bersyukur saja untuk setiap jalan cerita yang ada di dalam rumah kita. Ingatkan diri terus menerus bahwa kita selalu dan masih punya kesempatan untuk memperbaiki segala yang perlu diperbaiki.

Karena keluarga adalah sebuah tim, tiap-tiap orang di dalamnya punya peran dan harus andil dalam mewujudkan setiap kebaikan sekecil apapun itu. Demi kebaikan bersama.

Bukan mudah. Lelah, yes. Butuh kesabaran, of course. Dalam momen tertentu harus ada yang mengalah, harus saling memahami, harus jadi yang memeluk, dan harus-harus yang lain, begitu yang tertulis di banyak buku dan kata mereka yang lebih dulu menyelami dunia rumah tangga.

Izinkan saya ber-semoga lagi. Semoga keluarga saya dan yang membaca tulisan ini dijaga Allah selalu dan dijauhkan dari api neraka. Aamiin. ❣️

-Fitri AB-

#12of365days #catatanfitriab #blogfitriab
#bloggermedan
#masyaallahtabarakallah